Pages

Thursday, June 21, 2012

Akan ku Jumpa




Ku mengatur langkahku
Jalan tanpa bayang-bayang MU
Langit dan bumi setia menemani ku
Matahari menyinar tak pernah berpihak pada ku
Ku kepanasan tanpa perlindungan MU

Hari berganti hari aku masih teguh menanti
Hadir diri MU dalam hidup ku ini
Rasa kecewa ada bila kaki kita penat berlari
Namun yakin ku kau kan ku temui
Ku takkan pernah cuba berhenti
Langkah ku mencari cinta
Yang ku tahu hanya tuk diri ku
Kan ku terus cari sampai hujung dunia
Kerna ku tahu akan ku jumpa diri MU
Dan ku kan terus menempuh mimpi-mimpi ku selalu
Ku lihat semua gembira
Bila mengenali erti cinta
Senyuman ku beri hanya duka
Bila ingin teman tuk berbicara
Cinta jangan sembunyi
Mataku ku kabur mencari
Hadirlah dalam hidup ku ini
Cinta jangan engkau pergi
Bila langkah ku cuba
Untuk mengejar diri MU

Wednesday, June 20, 2012

Salam Takziyyah

Tirai penutup episod lalu, buatmu...
SAHABAT...
Bagai tersimbah warna duka...
Kerana pemergian ibumu tercinta.
Begitu pengorbanannya membesarkanmu sekian lama...
Mendidikmu menjadi insan yang punya hati mulia...
Mengajarmu sehingga penuh ilmu di dada...
Tak terungkapkan oleh tinta yang mencoret rasa.
Sungguh aku terharu,
Walau dalam sendu...
Kau masih mampu menyampaikan berita sedih itu...
Sayu hatiku...
Maka takziyyah kutitipkan buat keluargamu.
Semoga perjalanan ibumu menuju kepadaNYA...
Ditaburi bidadari dengan sejuta bunga...
Malah dibasahi renjisan kasturi syurga.
Walau ziarahku tak sempurna...
Namun ingatan dan du'a kasihku tetap bersama.

notakaki : Buatmu kakanda seperjuangan Nurul Najwa Binti Abdul Hadi...Kullu nafsin zaa'iqotul maut...segalanya telah tercatat sedia di Luh Mahfuz..tidak ditangguh juga tidak dipercepatkan walau sejam, seminit, mahupun sesaat.. Semoga Allah merahmatimu kakanda Najwa..

Tuesday, June 19, 2012

Sembunyi Pelangi

Maka akhirnya...
Taman hati yang dulunya berseri dikelilingi bunga mewangi,
Kini semakin kering...
semakin layu...
semakin mati...
Tiada gunanya mentari bersinar jika duri berhutan...
Tiada gunanya air mengalir jika rumput mengemis.
Dan apabila bah melanda,
rosaklah segala...
Namun mungkinkah pelangi berseri di sebalik gunung yang sunyi...?

notakaki : "Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan"...bagiku...kunci bahagia itu adalah SS...apa? malangnya bukan syok sendiri...tapi sabar dan syukur...and satu S lagj ialah setia.

Seri Sang Taman

Taman hati itu semakin berseri,
Bunga nan satu kembang mewangi,
Namun hadirnya seolah membunuh,
Siapakah rumput untuk tumpang berlabuh...?
Tatkala pohon berduri melingkar merapati,
Matinya sang rumput tiada yang peduli,
Namun lupakah kau wahai si kumbang...?
Taman tak berlalang adalah taman yang gersang.


notakaki : Seketika aku tersedar...dalam kita tergesa-gesa mengejar yang sempurna...kita terlupa mana ada di dunia ini yang sempurna...bukankah kita ibarat langit dengan bumi...meski jauh berbeza..namun kita saling memerlukan untuk menyempurnakan antara satu sama lain...ibarat sang siang dan si malam..

Si Bunga Liar


Taman hati yang indah berseri itu,
Tidak tercapai bak langit nan biru,
Kiranya bunga liar ini menumpang teduh,
Adakah akan dianggap penceroboh...?
Jika kehadiranku tidak bermakna,
Izinkanku layu terbiar menyepi,
Mungkin waktunya kuundur diri,
Tempatku mungkin saja bukan di sini...



notakaki : Aku sedar diri...hidupkan kehidupan selagi boleh walau tiada siapa memandang.. kerana sesungguhnya...pandangan Allah itu lah segala-galanya..Ajarkan aku erti redha.

Sepinya Taman Itu


Taman hati yang telah lama dibujurkan itu...
jangan ada sesiapa yang cuba menyapunya.
Biarkan...
biarkan daun-daun kering itu...
pasrah menanggulangi panas sang mentari dan debuan kelam,
mana tahu ia bisa jadi baja...
untuk pohon-pohon kembang lain tegak subur,
kemudian...
...wajib pula tegar menunggu keputusan takdir...



notakaki : Sebuah jiwa yang lelah..hilang rasa..ingin difahami agar tidak disalah fahami.. Hapus dukaku dengan percayakan jiwa ini...

Saturday, June 2, 2012

Permataku




Sunyi...selubungi malam...
Mengusik minda yang terlontar jauh...
Masih hangat terasa ...
Tangan yang membelai yang mengusik manja...
Daku damba kasihmu...
Biar jadi pedoman...
Buat penyuluh jalan kugapai impian...

Angin...kau nyanyikan lagu...
Untuk permataku...tenang selalu...
Bayu...sampaikan berita...
Daku kini ceria...aman dan bahgia...
Selimutkan rinduku bersama malammu...

Hadirlah...kau dalam mimpiku...
Agar kau selalu...ada disisiku...
Rindu belaian kasihmu...Rindu senyumanmu...
Penawar lukaku...
Dengarkan laguku...hadiah untukmu...
Jasa dan baktimu ku kenang selamanya...

Dikaulah cahaya...
Bila malam menjelma...
Kasihmu membawa ke syurga...
Dan redha yang Esa...

p/s : Buat yang jauh di mata tapi dekat di hati... Mama...